Sunday, March 10, 2013

Dakwah Itu……………………

Dakwah itu, membina, bukan menghina…
Dakwah itu, mendidik, bukan 'mendelik'…
Dakwah itu, mengobati, bukan melukai
Dakwah itu, mengukuhkan, bukan meruntuhkan…
Dakwah itu, menguatkan, bukan melemahkan…
Dakwah itu, mengajak, bukan mengejek…
Dakwah itu, menyejukkan, bukan memojokkan..
Dakwah itu, mengajar, bukan menghajar....
Dakwah itu, belajar, bukan kurang ajar ..
Dakwah itu, menasehati, bukan mencaci maki…
Dakwah itu, merengkuh, bukan menuduh...
Dakwah itu, bersabar, bukan gusar…
Dakwah itu, argumentative, bukan provokatif..
Dakwah itu, bergerak cepat, bukan sibuk berdebat…
Dakwah itu, realistis, bukan fantastis
Dakwah itu, adu konsep di dunia nyata, bukan adu mulut dan olah kata.
Dakwah itu, mencerdaskan, bukan mencemarkan…
Dakwah itu, menawarkan solusi, bukan mengumbar janji...
Dakwah itu, berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan..
Dakwah itu, menghadapi masyarakat, bukan membelakangi masyarakat...
Dakwah itu, memperbarui masyarakat, bukan membuat masyarakat baru..
Dakwah itu, mengatasi keadaan, bukan meratapi kenyataan…
Dakwah itu, pandai memikat, bukan mahir mengumpat
Dakwah itu, menebar kebaikan, bukan mengorek kesalahan...
Dakwah itu, menutup aib dan memperbaikinya, bukan mengumpat aib dan menyebarkannya..
Dakwah itu, menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran..
Dakwah itu, apresiasi terhadap langkah positif, bukan mencari-cari motif….
Dakwah itu, mendukung semua proyek kebaikan, bukan memunculkan keraguan..
Dakwah itu, memberi senyum manis J, bukan menjatuhkan vonis…
Dakwah itu, berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat…
Dakwah itu, menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan..
Dakwah itu, kompak dalam perbedaan, bukan ribut atas nama persatuan…
Dakwah itu, menghadapi musuh, bukan mencari musuh…
Dakwah itu, mencari teman, bukan memusuhi teman…
Dakwah itu, melawan kesesatan, bukan berbicara menyesatkan…
Dakwah itu, menjulurkan tangan, bukan menjulurkan lidah…
Dakwah itu, asyik dengan kebersamaan, bukan bangga dengan kesendirian…
Dakwah itu, menampung semua lapisan, bukan mengkotak-kotakkan…
Dakwah itu, kita mengatakan.. 'aku cinta kamu'… bukan… 'aku benci kamu..'
Dakwah itu, kita mengatakan, 'Mari bersama kami…' bukan.. 'Kamu harus ikut kami...'
Dakwah itu, dapat di masjid, di sekolah, di pasar, di kantor, di parlemen, di jalanan, hingga di tempat kebanjiran…. Dakwah bukan hanya di pengajian….!

Tuesday, March 5, 2013

Kisah Tentang Luka


Disaat lain orang-orang yang terluka menjadi para pengeluh yang fasih dan penuh penjiwaan. Dalam dekapan ukhuwah, orang mukmin mengeluh hanya kepada Allah. Mereka bagai Ya’qub yang dalam surat Yusuf ayat ke 86 berkata: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadu kesusahan dan kesedihan dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahui.”
Adapun orang-orang yang terluka, suka mengeluh pada manusia. Padahal sembarang mengeluh itu berbahaya. Seperti kisah tentang seorang ibu yang baik dikeluarga penjahit.
Suatu hari dia berbelanja ke pssar kota dan dibelikannya celana panjang untuk anak lelakinya yang tercinta. Seusai berbelanja ia pun bergegas pulang. Sang anak sangat senang dengan suka cita mencoba celana itu, sementara sang ibu pergi ke dapur untuk membereskan belanjaan dan mempersiapkan makan malam. Tak berapa lama, terdengar teriakan keras.
“Ibu ini bagaimana sih? Masak beliin aku celana kepanjangan begini! Kan jelek kelihatannya.”

“ooh.... Tapi lingkar pinggangnya gimana, kebesaran gak?”
“Ya enggak. Tapi kalau kepanjangan gini aku gak mau pake!”

“Berapa centi lebihnya?”
“Sepuluh centi!”

Remaja tanggung belasan itu sepertinya pergi keluar. Pintu depan terdengar dibanting. Sang Ibu geleng-geleng kepala. Tak ingin mendengar omelan putranya lagi, ia bergegas pergi keruangan kerja suaminya yang seorang penjahit. Diambilnya gunting. Lalu kres, kres, kres dipotongnya ujung bawah celana itu sesuai dengan ukuran yang telah disebutkan anaknya lalu dengan jarum dan benang celana bahan berwarna hitam itu dijahitnya kembali “Beres” katanya sambil tersenyum.

Si anak pergi ke halaman samping. Di sana ada kakak perempuannya yang sedang merawat bunga koleksinya. “Kok cemberut?” tanya sang kakak sambil tersenyum. “kenapa?”
“Ibu tuh mbak, masak beliin celana gak ngerti ukuranku. Kepanjangan sepuluh centi. Jelek dilihatnya!”
“Oh gitu aja ngambek. Perbaiki sendiri kan bisa. Sana gih dari pada gak jelas gitu”
“Males ah, mau main bola dulu ke lapangan”.
Si adik kini sudah duduk di jok sepeda motor bebeknya, dicarinya kunci kontak. Tidak ada, kuncinya pasti dibawa kakak laki-lakinya. Ditemuinya kakak lelakinya di kamar. “Pinjem motor dong!”
“Mau kemana?” tanya si kakak sambil mengucek mata.
“Main bola!”
“Jiah... tumben anak cemen mau main bola!”
“Yah... dari pada dirumah suntuk gara-gara dibeliin celana kepanjangan sepuluh centi!”
Kakaknya tertawa. “Siapa yang beliin?”
“Ibu”
“Ya udah buat aku aja kalo kepanjangan.”
“Enak aja, kan bisa dibenerin. Lagian lingkar pinggang pas kok”
“Tuh kuncinya di atas meja”
“Ok deh”
Si kakak menggeliat lalu bangun dari pembaringannya. Tidur siang yang cukup. Agak sempoyongan dia bangun dan menuju kamar mandi. Sempat mampir ruang makan dan menyambar pisang goreng, dia melirik sekilas keruangan kerja ayahnya yang terbuka. “Oh itu celana yang kepanjangan” gumannya. Dengan gontai dia menuju kearah celana itu. Sambil sesekali masih menguap dan matanya terasa berat, diambilnya gunting dan kres...kres..kres. dipotongnya celana itu sepuluh centi. Dijahit ulang ujungnya dan beres. Sang kakak pergi mandi.
Si adik baru akan menyalakan motor ketika sang ayah mencul dari pintu pagar. Agaknya pulang dari rumah tetangga.
“Mau ke mana?”         
“Main bola pak!”
“Eh, sebentar. Bapak mau pake motornya dulu. Mau beli kancing hias untuk baju pesanan seragam TK.”
“Wah, nanti ketinggalan dong sepakbolanya.”
“Ya sudah sana. Tapi jangan lama-lama”
“Wah gak bisa Pak. Untuk menghilangkan suntuk gini harus lama main bolanya. Sampai capek.”
“Suntuk kenapa?”
“Ibu tuh. Masak beliin celana ukurannya kepanjangan sepuluh senti. Kan gak enak banget pakenya!”
“Nanti Bapak betulin.”
“Nah. Itu baru bagus”
“Berangkat dulu Pak.”
“Ya, hati-hati”
Si Bapak masuk ke ruangan kerjanya. Dilihat celana baru yang teronggok di situ. “Oh celana  barunya model selutut.” Maka kres...kres...kres. Celana itu dipotong lagi, dan dijahit kembali. Ketika menjelang Magrib, ketika si anak pulang terdengar suara teriakan membahana “Aaaa..... celana panjang kok tinggal selutut!”

Dalam dekapan ukhuwah mari sembuhkan luka-luka kita. Apalagi jika kita merasa terluka oleh orang-orang saleh dan insan beriman. Waspadalah. Karena luka itu bisa memicuk kebenciankita kepada iman dan kesalehan. Seperti yang terjadi pada Abdullah ibn Ubay dan orang-orang munafik. Maka jangan pernah lupakan doa yang diajarkan Allah kepada kita, “Dan janglah Engkau jadikan ada rasa ghill dihati kami kepada orang-orang beriman, wahai Rabb kami. Sesungguhnya Engkau Maha lembut lagi Maha Penyayang.”
Dalam dekapan ukhuwah hindarkan diri dari kepengecutan dan mengeluhlah hanya kepada yang mampu memberikan penyelesaian. Katakan saja, “Ya Allah aku punya masah besar/ “Dan sebagai variasi yang manis terkadang ucapkan juga. “Hai masalah, aku punya Allah yang Maha Besar”.

Sumber: Buku Dalam Dekapan Ukhuwah.  

Monday, March 4, 2013

TIPE MAHASISWA KETIKA MEMULAI USAHA SAAT KULIAH


1.      PALU GADA (aPA Lu bUtuh GuA aDA)
Semua yang bisa dijual pasti dijual. Mulai dari pulsa, donat, cireng, baju, sepatu, tas dll.
2.       MAHASISWA MUSIMAN
Jual sesuai tren dan musim, musim wisuda dia jual asesoris wisuda ato jasa photo wisuda.
Musim piala dunia, dia jual kaos sepak bola, dll.
3.       MAHASISWA PROYEKAN
Tipe ini mahasiswa yang ngerjain semua proyek yang ada. Dari mulai motokopi diktat temen sekelas, buat jaket angkatan, bis studi tour, sampai proyekan dosen
4.       MAHASISWA BERJASA
Suka diminta nerjemahin, ngetik skripsi, buat desain, nyewain motor sampai ngebeliin makanan temen-temen
5.       MAHASISWA MLM
Kerjanya ngeprospekin orang semangat dapetin mobil dan kapal pesiar bacaannya “Cashflow Quadrat” ngomongnya nampak meyakinkan tapi kadang berlebihan
6.       MAHASISWA HUNTING LOMBA BEASISWA 
Kerjaannya nyari dan nyoba semua peluang lomba dan beasiswa berharap dapet hadiah dari lomba yang dimenangkan. Target besarnya dapetin beasiswa yang nutupin biaya kuliahnya
7.       MAHASISWA PASSION
Dari semester 1 udah punya target mau bisnis apa? Mulai belajar bisnis dengan jadi agent ato gabung di sebuah lembaga sesuai dengan hasratnya. Semester selanjutnya udah mulai nyoba buka sendiri, dari ilmu yang didapat.
Sahabatku mengambil semua peluang usaha itu bagus tapi lebih bagus lagi jika secepat mungkin FOKUS dan SERIUS dengan usaha yang sesuai MINAT atau PASSION kita.


sumber: Setia Furqon Kholid

Thursday, February 21, 2013

Untukmu yang Letih, Bisikkanlah ini ...

Tuhanku yang amat aku cintai,
lihatlah wajahku yang letih ini ...

yang telah berupaya menuruti tuntunanMu 
untuk bekerja keras dalam kejujuran, 
untuk kebaikan hidupku dan kebahagiaan keluargaku, 
tapi ... 

yang belum dihargai dengan baik oleh sesamaku ...

Aku yang dicari saat aku tak ada,
tapi yang diabaikan saat aku ada,
yang diperintah tanpa mengukur kekuatanku,
yang dimarahi tanpa perduli hatiku pun bisa sakit,
yang disebut namaku hanya dalam kemarahan,
yang dihargai seperti aku lebih murah dari perabot rumah mereka.

Tapi itu semua bukan salahMu.

Ini pasti karena aku belum cukup memampukan diriku.

Besok, aku akan mencoba lebih berani lagi,
berupaya lebih bertenaga lagi,
dan bertahan lebih sabar lagi.

Besok, aku akan memperpanjang setiap menitku
dengan doa dan kerja keras,
akan kuperindah setiap menitku dengan kesyukuran,
dan akan kujadikan setiap menitku bernilai,

karena aku khawatir waktuku akan habis
sebelum aku sepenuhnya mampu membahagiakan
ibu dan ayahku, kekasih hatiku, anak-anakku,
dan mereka yang kucintai dan yang mencintaiku.

Tuhan ... biarkanlah aku menangis sebentar,
dan jika nanti aku terlelap dalam isakku,
lepaskanlah letih dari ototku,
bersihkanlah pikiranku dari bebannya,
usirlah momok dari hatiku,
dan haluskanlah jalan nafasku.

Tuhan, sayangilah aku, selamatkan dan
sejahterakankah kekasih kecilMu yang letih ini.

Aamiin

Mario Teguh - Loving you all as always

* >>>>40 Keistimewaan Wanita Menurut Islam<<<<*

40 keistimewaan wanita menurut Islam berikut ini menunjukkan betapa Islam sangat menghargai dan menghormati para wanita yang solehah. Apabila anda kaum wanita bisa mengetahuinya dan berusaha menerapkannya, tentu keistimewaan itu ada di hati anda dan juga di dalam hidup anda sekarang. Menjadi wanita yang solehah, maka hanya ada satu sanjungan,berbahagialah engkau wahai bidadari penghuni syurga.


1. Wanita yang solehah ( baik ) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang soleh.
2. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah S.W.T. dan orang yang takutkan Allah S.W.T. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
3. Barang siapa yang membawa hadiah ( barang makanan dari pasar ke rumah ) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah.
4. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak pria. Maka barang siapa yang menyukakan anak perempuan seolah - olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.
5. Wanita yang tinggal bersama anak - anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W. ) di dalam syurga.
6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.
7. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak - anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.
9. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
10. Wanita yang taat kepada suaminya akan tertutup pintu - pintu neraka dan terbuka pintu - pintu syurga. Masuklah dari mana - mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
11. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan - ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan direkannya ( serta menjaga sembahyang dan puasanya ).
12. Aisyah r.a. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W., siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda, “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap pria?” tanya Aisyah kembali, Jawab Rasulullah S.A.W. “Ibunya.”
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dia kehendaki.
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya ( 10,000 tahun ).
15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T. menatakan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T.
17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa - dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
18. Apabila telah lahir ( anak ) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
19. Apabila semalaman ( ibu ) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.
20. Seorang wanita shalehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.
21. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1,000 pria yang jahat.
22. Rakaat shalat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.
23. Wanita yang memberi minum air susu ibu ( asi ) kepada anaknya daripada badannya ( susu badannya sendiri ) akan dapat satu pahala dari pada tiap - tiap titik susu yang diberikannya.
24. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.
25. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.
26. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.
27. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya, Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.
28. Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.
29. Wanita yang menguli tepung gandum dengan “bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.
30. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti menyapu lantai di Baitullah.
31. Wanita yang hamil akan mendapat pahala berpuasa pada siang hari.
32. Wanita yang hamil akan mendapat pahala beribadat pada malam hari.
33. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengkaruniakan satu pahala Haji.
34. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.
35. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun sholat.
36. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo ( 2½ thn ), maka malaikat - malaikat dilangit akan kabarkan berita bahwa syurga wajib baginya. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun shalat dan puasa.
37. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijit suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.
38. Wanita yang meninggal dunia dengan keridhaan suaminya akan memasuki syurga.
39. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.
40. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

Berbahagialah wahai wanita sholeha,, Surga menunggumu,,,, 

Wednesday, February 13, 2013

" 9 SITI YANG PATUT DI CONTOH OLEH KAUM HAWA "


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

1. Siti Khadijah,Beliau merupakan istri Rasulullah Shalallahu'alaihi Wa sallam yg melahirkan anak2 Rasulullah, setia dan menyokong Rasulullah walaupun ditentang hebat oleh orang2 kafir dan musyrik, menghantarkan makanan kepada Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira’..

2. Siti Fatimah..
Anak Rasulullah yg tinggi budi pekertinya.Sangat kasih dan setia kpd suaminya Ali karamallahu wajhah walaupun Ali miskin.. Tidur berkongsikan 1 bantal dan kadang2 berbantalkan lengan Ali.Rasulullah pernah b’kata aku takkan maafkan kamu wahai Fatimah sehinggalah Ali maafkan kamu..

3. Siti A’ishah..
Beliau istri Rasulullah yg paling romantis. Sanggup berkongsi bekas makanan dan minuman dengan Rasulullah.Di mana Nabi Shalallahu'Alaihi Wasallam minum disitu beliau akan minum menggunakan bekas yg sama..

4. Siti Hajar..
Istri Nabi Ibrahim yg patuh kpd suami dan suruhan Allah. Sanggup ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim atas suruhan Allah demi kebaikan.Berjuang mencari air utk anaknya Nabi Ismail (Pengorbanan seorg ibu mithali)..

5. Siti Mariam..
Wanita suci yg memang pandai menjaga kehormatan diri
dan mempunyai maruah yg tinggi sehingga rahimnya dipilih oleh Allah Subhanahu Wata'ala untuk mengandungkan Nabi Isa..

6. Siti Asiah..
Istri Firaun yg tinggi imannya dan tidak gentar dgn ujian yg dihadapinya daripada Firaun Laknatullah..

7. Siti Aminah..
Wanita mulia yg menjadi ibu kandung Rasullullah. Mendidik baginda menjadi insan mulia..

8. Siti Muti’ah..
Istri yg patut dicontohi dan dijanjikan Allah syurga untuknya, kerana setianya kepada suami, menjaga makan minum, menyediakan tongkat untuk dipukul oleh suaminya sekiranya layanannya tidak memuaskan hati, berhias dgn cantik utk tatapan suaminya saja..

9. Siti Zubaidah..
Wanita kaya dermawan yg menjadi istri Khalifah Harun Al-Rashid..
Sanggup membelanjakan semua hartanya untuk membina terusan untuk kegunaan org ramai hanya niat kerana Allah Subhanahu Wata'ala..

SubhanAllah,Semoga para wanita yang sedang membaca tulisan ini bisa menjadi salah satu Diantaranya...

Aamiin Ya Rabbal'alamiin..

Tuesday, February 5, 2013

Dan Bersamalah di Sini



Malam berlalu
Tapi tak mampu kupejamkan mata dirundung rindu
Kepada mereka
Yang wajahnya mengingatkanku akan surga
Wahai sang fajar terbitlah segera
Agar sempat kukatakan kepada mereka
“Aku mencintai kalian karena Allah”
-Umar Ibn Khattab-

P
ada suatu hari tiga orang berkumpul disatu sudut kota Madinah. Kisahnya jadi canda. Tapi beginilah keadaannya: yang pertama menebarkan kepedulian, yang kedua membagi kebijakan dan yang ketiga memberi damai dengan pemahaman dan pemaknaan. Itulah Umar ibn Khattab berjumpa dengan Hudzaifah dan Ali ra “Bagaimana keadaanmu di pagi ini wahai Hudzaifah?” tanya Umar.
“Wahai Amirul Mukminin,” jawabnya “Pagi ini aku mencintai fitnah, membenci haq, shalat tanpa wudu dan aku memiliki apa yang tidak dimiliki Allah dilangit”.
“Demi Allah” kata Umar, “Engkau ini membuatku marah!” “Apa yang membuatmu marah, wahai Amirul Mukminin?” timpal Ali ibn Abi Thalib.
“Tidakkah kau dengar apa yang dikatakan Hudzaifah?” Hudzaifah terdiam dan tersenyum kepada Ali ra.
“Wahai Amirul Mukminin”, kata Ali “Sungguh benar apa yang dikatakan Hudzaifah dan akupun merasakan hal yang sama. Adapun kecintaannya pada fitnah, maksudnya adalah harta dan anak sebagaimana firman Allah swt.

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah cobaan
 (Qs. At Taghababun [64]: 15)

“Adapun kebenciannya terhadap al-haq adalah ia membenci kematian, shalatnya tanpa wudhu adalah salawat kepada Nabi Muhammad saw. Adapun yang ia miliki di dunia dan tidak dimiliki Allah di langit adalah istri dan anak. Bukankah Allah tidak memiliki keduanya.

Bayangkanlah kita membersamai orang-orang yang semacam mereka. Diamnya menjadi tasbih, bicaranya ilmu. Ucapannya penuh doa tak ada yang sia-sia. Bahkan dalam candanya, terkandung ilmu dan kebenaran yang membuat kita merenung dalam-dalam. Mari kita berangan-angan untuk berada di tengah-tengah orang-orang yang terhubung dengan langit dan merasakan ukhuwah meraka mendekap hangat kita dalam kebenaran, kemuliaan dan kebajika.


(Sumber: Dalam Dekapan Ukhuwah)

Komentar anda